Pabrik tahu tempe tak berizin

Ticket ID:
14076142b73571576
Priority:
Uncategorized
Topic:
Uncategorized
Status:
Open
First Name:
Dg Tarank
Last Name:
Sungguminasa
Due:
Attachments:
Pabrik tahu dan tempe Wilayah Gowa, diduga tidak punya izin lengkap. Pemilik pabrik tahu dan tempe di jalan Swadaya, Kelurahan Tompo Balang, diduga tidak mengindahkan ketetapan aturan bagi para pengusaha tempe dan tahu yang dikeluarkan Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Berdasarkan aturan Dinas Lingkungan Hidup kepada pabrik tahu tempe dengan menimbang bahwa dalam upaya dan/atau kegiatan wajib menaati peraturan perundang undangan dan persyaratan perizinan di bidang lingkungan hidup. Sejatinya. DLM/DLH harus minta menghentikan sementara semua kegiatan yang berdampak pada dampak lingkungan di kelurahan ataupun didesa, serta penerapan sanksi administratrif teguran tertulis untuk segera mengurus surat ijin lingkungan juga harus diberikan jangka waktu pengurusan izin lingkungan secepatnya. Menanggapi itu, Ketua Team Reaksi Cepat kepada media mengatakan,"dalam waktu dekat pemilik usaha tempe tahu harus memberikan apa yang menjadi persyaratan perizinan di bidang lingkungan hidup kepada DLH Kota Makassar sesuai rentan waktu yang di tentukan," harapnya “Surat-surat perizinan diduga belum ada namun usaha masih beroperasi sehingga nantinya kami akan serahkan ke DLH untuk menindaklanjuti sesuai dengan peraturan perundang undangan,” tambahnya Adapun aduan tentang keluhan warga mengenai bau busuk dari limbah pabrik tahu dan tempe tersebut sangat menggagu, "Anjo rasanna pabere' tempea punna nia anging amiri sanna sarrinna rasanna, bottokangngangi na rasanna balao matea: Diartikan dalam bahasa indonesia. "Bau yang disebabkan oleh pabrik tahu dan tempe saat tertiup angin sangat menyengat, bahkan lebih busuk dari bangkai Tikus,"pungkasnya Disentil terkait dengan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), ketua Team Reaksi Cepat menuturkan bahwa pihak pemilik usaha tempe tahu harus membuat IPAL , lalu bisa membuat Izin diperizinan bidang lingkungan hidup, di lanjutkan dengan Izin UPL UKL dan diserahkan kepada DLH Kota Makassar. Sementara salah satu Anggota TRC mengatakan," untuk IPAL di Gowa diduga baru beberapa pabrik yang memilikinya," tegas Daeng “Pabrik tahu ini yang berbahaya hanyalah Chemical Oksigen Demand (COD) atau kebutuhan oksigen kimia untuk reaksi oksidasi terhadap bahan buangan di dalam air dan Biological Oxygen Demand (BOD), atau kebutuhan oksigen biologis untuk memecah bahan buangan di dalam air oleh mikroorganisme,” tambah Daeng Menurutnya. alat IPAL yang dipakai pabrik tahu tempe itu menggunakan sistem jepang “Joka Sou” dengan menggunakan sistem anaerob dan aerob bahkan dengan menggunakan halogen sekitar 10 meter kubik yang di pasang, bahkan di uji ke laboratorium selama satu bulan untuk membuahkan hasil yang maksimal demi menurunkan COD dan BOD. Sementara itu, Kepala DLH Kota Makassar melalui Kabid Pengendalian Pencemaran Kerusakan Lingkungan Hidup, pihak pabrik tahu dan tempe dapat melengkapi seluruh perijinan sesuai dengan waktu yang diberikan. Dikatakan bahwa pihaknya juga tidak akan mencabut usaha atau kegiatan itu karena ini menyangkut hajat hidup orang, tetapi ada kewajiban dari pelaku usaha untuk melakukan pemulihan terhadap lingkungan sekitar. “Laporan dari masyarakat tetap akan kami tindak lanjuti sebagai bentuk pengawasan, karena penghentian sementara ini tidak menggugurkan kewajiban pelaku usaha untuk melengkapi surat-surat perijinan berdasarkan peraturan perundang-undangan,” pungkasnya. "Selain dari beroperasi yang diduga tanpa izin lengkap, Pengusaha Tahu dan Tempe ini juga telah membobol tanggul hingga warga merasa sangat terancam dari musibah banjir dari luapan air sungai mengingat kejadian tiga tahun lalu. Karena tanggul telah dibobol hingga banjir merendam hampir seluruh rumah pemukiman warga," Tambahnya lagi "Anehnya: Walaupun demikian realita pembobolan tanggul telah menyebabkan banjir bandang dan sangat mengancam keselamatan masyarakat untuk kepannya namun pemerintah setempat diduga melakukan "Pembiaran", seolah olah para pemerintah tutup mata" Tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.